Ciri-CIri Ayam Yang Siap Untuk Diadu

Ciri-CIri Ayam Yang Siap Untuk Diadu

Ciri-Ciri Ayam Yang Siap Untuk Di Adu Kalian pasti sudah mengetahui jika ingin beradu ayam dengan mental yang sudah siap di adu adalah kunci kemenang

Ciri Kaki Ayam Thailand Pukulan Menakutkan
Ketentuan dalam Permainan Sabung Ayam Online S128
Sejarah Ayam Bangkok
Bagaimana Menghitung Odd Sabung Ayam Online
Untung Besar Main Sabung Ayam Online S128

Ciri-Ciri Ayam Yang Siap Untuk Di Adu

Kalian pasti sudah mengetahui jika ingin beradu ayam dengan mental yang sudah siap di adu adalah kunci kemenangan dalam arena sabung ayam. Sangat merugikan apabila penghobi adu ayam yang masih dalam keadaan yang belum siap akan berdampak buruk dari ayam kesayangan para penghobi ayam.

Tidak hanya itu sebagai seorang penghobi/bandar sabung ayam yang terpenting adalah tahu bagaimana saat ayam benar-benar siap untuk di adu atau turun gelanggang. Pada tulisan ini penulis akan memberi gambaran mengenai bagaimana ciri ayam yang sudah siap untuk di adu.

Ciri-cirinya sebagai berikut :

  • Bentuk dan warna kulit ayam
    Kondisi kulit ayam yang siap tarung adalah halus dan berwarna merah tua dan tidak terlihat pucat pada bagian muka, paha, dada, leher. Dalam hal ini kulit ayam dikatakan halus yaitu bentuk kulit mengkilat layaknya diolesi dengan minyak sayur dan berwarna merah. Kemudian untuk mengamati kulit ayam bisa dilakukan setelah memandikan ayam aduan. untuk ayam yang belum siap biasanya kulit akan berwarna pucat dan terkadang cepat mengalami perubahan yang kadang-kadang pucat dan kemudian merah.
  • Bulu yang mengkilat
    Biasanya para penghobi ayam senior juga menggunakan keadaan bulu untuk menjadi pertimbangan tolak ukur ayam yang siap diadu. Tapi menurut penulis setuju dengan hal ini, faktanya ayam yang kurang fit/kurang sehat bulunya akan cenderung terlihat kusam dan kumal. Ayam yang bulunya mengkilat juga akan lebih terlihat berwibawa dan gagah, tidak hanya itu tingginya vitalitas ayam diikuti dengan ciri bulu yang terlihat mengkilat.
  • Sikap agresif
    Ayam aduan yang siap tarung akan lebih terlihat agresif dan cepat sekali panas. Sikap agresif tersebut biasanya ditunjukan kepada ayam-ayam disekitarnya dan keinginan untuk memukul ayam lain. Untuk menguji keagresifan dari ayam aduan bisa dengan mengurung ayam di dalam kalian ng dan kemudian dalam waktu yang bersamaan kalian mengumbar ayam jantan lain di hadapanya. Ayam yang agresif akan terlihat sangat marah dan seolah-olah mengamuk ingin keluar dari kalian ng dengan melompat-lompat mendobrak kalian ng. Untuk ayam yang belum fit keagresifannya hanya dalam batas normal saja.
  • Kondisi stamina ayam
    Stamina atau biasa dikenal dengan “Nafas” ayam merupakan penentu dari kesiapan ayam aduan. Ayam yang siap di adu harus memiliki stamina yang bagus agar bisa tahan bahkan sampai waktu setengah jam atau satu jam lebih. Untuk mengetahui kesiapan stamina (nafas) ayam aduan bisa dilakukan dengan mengabar atau latihan tarung. Abar bisa dilakukan selama satu ronde atau dengan kisaran waktu 15-20 menit. Jika ayam mampu bertahan selama waktu tersebut dan pukulan yang di lesatkan ayam masih akurat berarti ayam bisa dikatakan siap tarung jika belum maka ayam masih butuh perawatan lagi untuk beberapa waktu hingga ayam benar-benar siap.
  • Mental
    Mental adalah keberanian dari ayam aduan untuk menghadapi lawannya. Mental sangat penting sekali dalam menentukan kelangsungan pertarungan. Kasus kegagalan mental ini biasa terjadi pada ayam yang masih berumur muda dan masih pilih-pilih lawan. Sangat mengecewakan apabila semuanya sudah siap tapi ayam malah lari atau tidak mau melanjutkan pertarungan karena lemah mental yang tentu saja ayam aduan kita langsung kalah. Untuk itu, saran dari saya sebaiknya mempersiapkan mental ayam sebelum di adu. Melatih mental ayam aduan bisa dengan cara abar dengan lawan yang berbeda secara berkala dengan tujuan ayam tidak kaget saat bertanding karena sudah memiliki banyak pengalaman.

Pada Dasarnya semua kegiatan adalah proses untuk mencapai tujuan,demikian persiapan yang matang adalah kunci dari keberhasilan dan juga untuk meminimalkan resiko yang mungkin terjadi. Sekian artikel ini saya berikan,semoga bermanfaat.